Kamis, 02 Juni 2011

Pisisi Terlentang [Kebutuhan Dasar Manusia]



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mobilitas ialah kemampuan seseorag untuk bergerak (berdiri,berjalan,berlar,duduk,dll) secara bebas,mudah teratur dan mempunyai tujuan dalam memenuhi kebutuhan hidup.Mobiitas diatur dengan mengkoordinasikan sistem Muskuloskeletal (tulang, otot, sendi, ligame, bursae, kartilago) dan sisem saraf pusat.Sebagia besar fungsi sistem Muskuloskeletal untuk empertahankan Body Alingmen dan memfasilitasi mobiitas.Sedagkan Sistem saraf mengatur kontraksi otot yang yang dipengaruhi oleh transport nutrisi dan oksigen serta oleh perpndahan produk sisa.

Mobilitas diberikan agar pasien terhindar dari posisi yang salah yag bisa menyebabkan kontraktur,lordosis,foot drop,dll.Sehingga perlu adanya Body Alingmen (postur) yang bisa memberikan kenyamanan,Meningkatkan keseimbangan,mengurangi stersspada tendon,saraf dan sendi,serta memfasilitasi usaha bernafas pada pasien.Hal tersebut dipengaruhi oleh gaya hidup, status kesehatan ( ketadakmampuan primer dan sekunder ), tahap perkembangan, lingkungan, sikap dan kepercayaan.

Dalam body alingmen terdapat posisi berdiri, posisi tidur dan posisi duduk.Yang memperhatikan adanya Center of gravity (pusat gravitasi/pusat ini tidak boleh dipindahkan),garis gravitasi (line of gravity), dan dasar yang mendukung (base of Support).


1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa masalah yaitu:
a. Bagaimana tujuan pengaturan posisi dan jenis-jenis posisi tidur?
b. Apa yang dimaksud dengan posisi terlentang?
c. Apa tujuan dari posisi terlentang?
d. Bagaimana prosedur pelaksanaan posisi terlentang?
e. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan pada posisi terlentang?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari rumusan masalah tersebut adalah:
a. Untuk mengetahui tujuan pengaturan posisi dan jenis-jenis posisi tidur.
b. Untuk mengetahui pengertian dari posisi terlentang atau supinasi.
c. Untuk mengetahui tujuan dilakukan posisi terlentang.
d. Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan posisi terlentang.
e. Untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan pada posisi terlentang.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tujuan pengaturan posisi dan jenis-jenis posisi tidur

a. Tujuan pengaturan posisi
  • Mencegah rasa tidak nyaman pada otot
  • Mencegah terjadinya Ulkus Dekubitus,kerusakan saraf superfical dan pembuluh darah
  • Mencegah kontraktur
  • Mempertahankan tonus otot

b. Jenis-jenis posisi tidur
  • Posisi Supine (Telentang)
  • Posisi Fowler (setengah duduk)
  • dengan kombinasi semi Fowler dan High Fowler
  • Posisi Trendelenburgh
  • Posisi Prone (tengkurap)
  • Posisi Lateral (miring)
  • Posisi Sims
  • Posisi Dorsal Recumbent
  • Posisi Litotomi
  • Posisi Knee Chest

2.2 Pengertian posisi telentang

Posisi telentang juga disebut dorsal recumben, mungkin diperlukan setelah bedah spinal dan pemberian anastetik spinal tertentu. Pada posisi ini hubungan bagian tubuh secara mendasar sama dengan posisi tubuh berdiri, kecuali bahwa tubuh dalam posisi horizontal.
Posisi pasien berbaring terlentang dengan kepala dan bahu sedikit elevasi dengan menggunakan bantal. Posisi pasien berbaring terlentang dengan kedua tangan dan kaki lurus dalam posisi horizontal. Posisi ini merupakan posisi yang paling lazim.

2.3 Tujuan posisi telentang

Untuk memberikan posisi yang nyaman pada perawatan tulang belakang digunakan pada pasien tirah baring atau bed rest.
Untuk klien pasca operasi dengan anastesi spinal.
Untuk mengatasi masalah yang timbul akibat pemberian posisi pronasi atau telungkup yang tidak tepat.


2.4 Prosedur pelaksanaan posisi telentang

a. Persiapan alat
  • Tempat tidur
  • Bantal angin
  • Gulungan handuk (trochanter rolls)
  • Bantalan kaki
  • Sarung tangan (bila diperlukan)

b. Pelaksanaan

No.

Langkah-langkah

Rasional

1.

Cuci tangan dan gunakan sarung tangan

(bila diperlukan)

Mengurangi transmisi mikro organisme

2.

Baringkan klien terlentang mendatar di tengah tempat tidur

Menyiapkan klien untuk posisis terlentang

3.

Letakkan bantal kecil atau gulungan handuk pada spinal lumbar klien

Memberikan sanggahan pada vertebra lumbar

4.

Letakkan bantal di bawah bahu, leher, dan kepala klien

Mempertahankan kelurusan yang benar dan mencegah kontraktur fleksi dan vertebra servikal

5.

Bila perlu, tempatkan guluingan trokanter atau bantal pasir sejajar dengan permukaan lateral paha pasien

Mengurangi rotasi eksternal pinggul

6.

Letakkan bantal kecil atau gulungan di bawah mata kaki klien untuk meninggikan tumit

Meninggikan tumit dari permukaan tempat tidur menurunkan tekanan pada tempat tersebut

7.

Letakkan papan atau penanganan foot-drop di atas telapak kaki klien

Mempertahankan telapak kaki pada dorsi fleksi. Mengurangi fisik resiko foot-drop

8.

Letakkan badan di bawah lengan bawah pronasi, mempertahankan lengan atas sejajar dengan tubuh

Menurunkan rotasi internal pada bahu dan mencegah ekstensi siku

9.

Letakkan gulungan tangan atau handuk pada tangan klien atau menggunakan beban bila tersedia

Menurunkan ekstensi jari-jari dan abduksi ibu jari. Mempertahankan ibu jari agak adduksi dan dalam posisi berlawanan dengan jari-jari

10.

Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan anda

Menurunkan transmisi mikroorganisme.

11.

Catat pada catatan perawat klien tentang posisi baru klien

Mendokumentasikan bahwa prosedur telah dilakukan



2.5 Hal-hal yang perlu diperhatikan pada posisi telentang

  1. Pada saat menempatkan px di tempat tidur,pertahankan agar kasur yang digunakan dapat mendukung tubuh dengan baik.
  2. Yakinkan bahwa alas tidur tetap bersih dan kering karena alas tidur yang lembab/terlipat akan meningkatkan resiko terjadinya Ulkus Dekubitus
  3. Letakkan alat-alat bantu di tempat tempat yang membutuhkan,sesuai dengan jenis posisi
  4. Jangan meletakkan satu bagian tubuh diatas bagian tubuh yang lain,terutama dengan daerah penonjolan tulang
  5. Rencanakan perubahan posisi selama 24 jam dan lakukan secara teratur.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Posisi telentang adalah Posisi pasien berbaring telentang dengan kepala dan bahu sedikit elevasi dengan menggunakan bantal.Yang bertujuan untuk memberikan posisi yang nyaman pada perawatan tulang belakang digunakan pada pasien tirah baring atau bed rest,pada pasien pasca operasi dengan anastesi spinal,mengatasi masalah yang timbul akibat pemberian posisi pronasi atau telungkup yang tidak tepat,dan Mencegah terjadinya Ulkus Dekubitus, kerusakan superfisial dan pembuluh darah serta mempertahankan tonus otot.

Dalam melakukan posisi telentang alat-alat yang harus dipersiapkan seperti Tempat tidur,Bantal angin,Gulungan handuk (trochanter rolls),Bantalan kaki,dan Sarung tangan (bila diperlukan) serta laksanakan langkah-langkah pelaksanaan dengan sebaik-baiknya agar bisa menberikan kenyamanan pada pasien tanpa menciderai pasien.


DAFTAR PUSTAKA

Potter & Perry. 2005. Fundamental Keperawatan volume 2. Jakarta; EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar